Selasa, 03 November 2015

RESUMAN SISTEM INDRA



Nama                                       : Hilda Astriani
Npm                                        : 306.13.24.021
Jurusan                                    : Pendidikan Biologi
Semester                                  : V/Lima
Mata kuliah                             : Anatomi Fisiologi Manusia
Dosen Pengajar                       : Nana Citrawati Lestari, S.Si., M.Pd
Hari/tanggal                            : Kamis, 29 Oktober 2015

Judul buku                              : IPA BIOLIGI untuk SMP Kelas IX
Nama penulis                          : Istamar Syamsuri, dkk
Tahun terbit                             : 2007 
Nama penerbit                         : Penerbit Erlangga
Kota penerbit                          : Malang
Jumlah total buku                    : 160 halaman
Halaman buku yang dirisum   : 45-56
Hasil Resume
SISTEM INDRA
A.    Alat Indra Pada Manusia
Tubuh kita dilengkapi dengan organ penerima rangsangan dari luar berupa sistem indra. Indra manusia berupa indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra peraba (kulit), indra pembau (hidung), dan indra pengecap atau perasa (lidah). Berikut ini akan mempelajari alat indra manusia satu persatu.
1.      Mata
Mata kita berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh tulang tengkorak. Agar dapat berfungsi sempurna, mata dibantu oleh sejumlah alat tambahan, yaitu alat pelindung di sekitar mata dan seperangkat otot penggerak bola mata. Untuk mengetahui bagian-bagian bola mata dan seperangkat otot penggerak bola mata. Perhatikan  gambar di bawah ini. 

Di sebelah  dalam kelopak mata terdapat kelenjar air mata yang menghasilkan air mata.
a.       Otot Penggerak Bola Mata
Ada tiga pasang otot pengerak bola mata, yaitu otot  penggerak atas, bawah, dan samping. Otot-otot ini dapat menggerakan bola mata kita ke segala arah.
b.      Selaput (Dinding) Bola Mata
Dinding bola mata berfungsi sebagai pelindung bola mata. Dinding bola mata atau selaput bola mata terdiri atas tiga lapisan, yaitu :
1.      Lapisan Luar atau Selaput Luar
Lapisan luar bola mata bagian depan bersifat tembus cahaya (transparan). Lapisan ini disebut kornea atau selaput bening. Di sebelah luar kornea terdapat selaput konjungtiva yang berlanjut ke kelopak mata. Lapisan luar bagian samping dan belakang bola mata berwarna putih. Lapisan ini disebut sclera.

2.      Lapisan Tengah (lapisan koroid atau selaput jala)
Lapisan tengah terletak di sebelah dalam lapisan luar. Di bagian depan, yakni di belakang kornea yang transparan, selaput jala berubah menjadi selaput pelangi atau iris. Disebut selaput pelangi karena berwarna-warni dan bagian inilah yang menentukan warna mata. Di tengah selaput pelangi terdapat lubang yang disebut orang-orangan mata atau pupil.
3.      Lapisan Dalam (retina mata)
Lapisan paling dalam disebut retina mata atau selaput jala. Selaput jala mengandung sel-sel yang sensitif terhadap cahaya dan mengandung saraf penglihatan.
Pada retina mata terdapat dua macam sel reseptor, yaitu. Sel batang Jumlahnya sekitar 120 juta sel. Sel kerucut umumnya terletak di bagian tengah belakang mata. Jumlahnya sekitar 7 juta sel. Sel-sel ini berfungsi untuk membedakan warna benda. Di daerah retina mata terdapat bintik kuning. Bintik kuning adalah bagian yang peka terhadap cahaya dan terletak tepat di belakang garis mata. Pada retina juga terdapat bintik buta.
c.       Lensa Mata
Lensa mata terletak tepat di belakang selaput pelangi dan di belakang pupil mata. Lensa mata berbentuk bikonveks (cembung muka dan belakang). Untuk itu cahaya yang masuk diatur oleh lensa mata dengan cara memipih atau mencembung. Kemampuan lensa mata untuk memipih dan mencembung disebut daya okomodasi. Memipih dan mencembungnya lensa mata diatur oleh otot pengikat lensa mata (otot siliaris).
d.      Proses Melihat Benda
Pantulan cahaya masuk ke dalam mata melalui lensa dan jatuh tepat pada bintik kuning. Sesampainya di retina, rangsangan cahaya diterima oleh saraf mata. Saraf mata mengirim rangsangan cahaya ke pusat saraf penglihatan di otak untuk diolah. Setelah diolah oleh otak, barulah kita mengetahui macam benda yang kita lihat.

2.      Telinga   
      Telinga adala alat indra pendengar yang peka terhadap rangsangan getaran bunyi.
a.       Bagian-Bagian Telinga
Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Untuk lebih jelas perhatikan gambar di bawah.
 

b.      Proses Mendengar
Bunyi yang dapat kita dengar ialah bunyi yang mempunyai frekuensi gelombang 20 Hz samapai 20.000 Hz (1 Hz = 1 hertz = 1 getaran per detik). Getaran bunyi ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga dan menyebabkan gendang telinga atau selaput timpani bergetar.
Getaran pada membran timpani dilanjutkan ke telinga tengah. Telinga bagian tengah terdiri dari tulang-tulang pendengaran, yaitu martil, landasan, dan sanggurdi yang saling menyambung.
Telinga dalam merupakan bagian penerima getaran. Bagian ini tersusun atas tingkap (jendela) jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran, dan koklea (rumah siput).
Pada telinga bagian dalam terdapat organ berupa tiga saluran berbentuk setengah lingkaran. Pada organ tersebut terdapat indra keseimbangan. Ketiga saluran tersebut pangkalnya saling tegak lurus dan berisi cairan limfa (endolimfa). Setiap pangkal saluran setengah lingkaran menggembung yang disebut ampula. Di dalam ampula terdapat ujung saraf (reseptor) dan berisi cairan. Di dalam cairan itu terdapat butir-butir kapur (otolit) yang letaknya berubah mengikuti gravitasi.
                  
3.      Kulit
      Selain berfungsi sebagai alat pelindung dan pengatur suhu tubuh, kulit juga berfungsi sebagai indra peraba. Pada kulit terdapat beberapa saraf sensori yang disebut reseptor raba. Reseptor raba berfungsi sebagai penerima rangsangan dari luar. Terdapat beberapa reseptor pada kulit kita, yaitu reseptor tekanan kuat (korpuskula Pacini), sentuhan dan rabaan (korpuskula Meissner dan lempeng Merkel), dinding (saraf Krause), dan panas (korpuskula Ruffini). Oleh karena itu, kulit peka terhadap rangsangan rabaan, tekanan, dan suhu. Perhatikan gambar di bawah.
                      
4.      Hidung
            Indra pembau atau hidung bekerja karena adanya rangsangan berupa zat-zatkimia. Zat-zat  kimia yang ada di udara dideteksi oleh hidung, sebagai indra pembau. Pada selaput lendir rongga hidung bagian atas manusia terdapat serabut saraf pembau yang berhubungan dengan otak. Serabut saraf ini peka terhadap rangsangan kimia berupa gas yang kita kenal sebagai bau.
      Rangsangan berupa bau, masuk hidung bersama-sama dengan udara yang kita hirup. Gas atau uap yang kita hirup bersama udara, pernapasan akan mengenai selaput lendir, sehingga menimbulkan rangsangan. Rangsangan ini diteruskan oleh serabut saraf pembau ke otak untuk diolah, sehingga kita dapat mengetahui bau tersebut. Dengan adanya indra pembau, kita dapat menghindari diri dari zat- zat berbahaya.
            

5.      Lidah
      Indra perasa atau lidah juga bekerja karena rangsangan zat kimia. Zat kimia yang terdapat dalam makanan dikenali oleh lidah. Lidah manusia mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor sakit, reseptor sentuhan, dan reseptor rasa. Reseptor rasa, yang disebut kuncup pengecap, peka terhadap berbagai rangsangan rasa. Kuncup pengecap berfungsi untuk mengetahui rasa suatu zat kimia yang terlarut.
Kuncup pengecap merupakan kumpulan ujung-ujung saraf lidah. Lidah dan daerah peka terhadap rangsangan yaitu, peka terhadap rasa asin, rasa manis, rasa pahit, dan rasa asam.
Reseptor pengecap selain terdapat pada permukaan lidah juga dapat dijumpai pada lengkung langit-langit rongga mulut dan dinding kerongkongan.
Perhatikan gambar di bawah ini.

B.     Gangguan Pada Sistem Indra
1.      Gangguan pada akomodasi mata
Bagi orang bermata normal, benda jauh maupun dekat akan tampak terlihat jelas. Karena daya akomodasi normal. Sebaliknya jika daya akomodasi tidak normal, menyebabkan gangguan penglihatan.
2.      Kekurangan viatamin A
Kekurangan vitamin A, meneyebabkan gangguan penglihatan secara bertahap.
3.      Buta warna
Buta warna adalah gangguan penglihatan di mata seseorang tidak dapat membedakan warna.
4.      Mata juling
Kelainan otot penggerak bola mata kanan dan kiri yang tidak serasi dapat menyebabkan mata juling.
5.      Gangguan pada telinga
Gangguan pada telinga dapat terjadi baik pada telinga luar, tengah maupun dalam. Gangguan pada telinga luara dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan tulang rawan pada telinga.