Nama : Hilda Astriani
Npm : 306.13.24.021
Jurusan : Pendidikan Biologi
Semester : V/Lima
Mata kuliah : Anatomi Fisiologi Manusia
Dosen Pengajar : Nana Citrawati Lestari, S.Si.,
M.Pd
Hari/tanggal : Kamis, 29 Oktober 2015
Judul buku : IPA BIOLIGI untuk SMP
Kelas IX
Nama penulis : Istamar Syamsuri, dkk
Tahun terbit : 2007
Nama penerbit : Penerbit Erlangga
Kota penerbit : Malang
Jumlah total buku :
160 halaman
Halaman buku yang dirisum : 45-56
Hasil Resume
SISTEM
INDRA
A. Alat
Indra Pada Manusia
Tubuh kita dilengkapi dengan organ
penerima rangsangan dari luar berupa sistem indra. Indra manusia berupa indra
penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra peraba (kulit), indra pembau
(hidung), dan indra pengecap atau perasa (lidah). Berikut ini akan mempelajari
alat indra manusia satu persatu.
1.
Mata
Mata
kita berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh
tulang tengkorak. Agar dapat berfungsi sempurna, mata dibantu oleh sejumlah alat
tambahan, yaitu alat pelindung di sekitar mata dan seperangkat otot penggerak
bola mata. Untuk mengetahui bagian-bagian bola mata dan seperangkat otot
penggerak bola mata. Perhatikan gambar
di bawah ini.
Di sebelah
dalam kelopak mata terdapat kelenjar air mata yang menghasilkan air
mata.
a. Otot
Penggerak Bola Mata
Ada
tiga pasang otot pengerak bola mata, yaitu otot
penggerak atas, bawah, dan samping. Otot-otot ini dapat menggerakan bola
mata kita ke segala arah.
b. Selaput
(Dinding) Bola Mata
Dinding
bola mata berfungsi sebagai pelindung bola mata. Dinding bola mata atau selaput
bola mata terdiri atas tiga lapisan, yaitu :
1. Lapisan
Luar atau Selaput Luar
Lapisan
luar bola mata bagian depan bersifat tembus cahaya (transparan). Lapisan ini
disebut kornea atau selaput bening. Di sebelah luar kornea
terdapat selaput konjungtiva yang
berlanjut ke kelopak mata. Lapisan luar bagian samping dan belakang bola mata
berwarna putih. Lapisan ini disebut sclera.
2. Lapisan
Tengah (lapisan koroid atau selaput jala)
Lapisan
tengah terletak di sebelah dalam lapisan luar. Di bagian depan, yakni di
belakang kornea yang transparan, selaput jala berubah menjadi selaput pelangi atau iris. Disebut selaput pelangi karena berwarna-warni dan bagian inilah
yang menentukan warna mata. Di tengah selaput pelangi terdapat lubang yang
disebut orang-orangan mata atau pupil.
3. Lapisan
Dalam (retina mata)
Lapisan
paling dalam disebut retina mata atau
selaput jala. Selaput jala mengandung
sel-sel yang sensitif terhadap cahaya dan mengandung saraf penglihatan.
Pada
retina mata terdapat dua macam sel reseptor, yaitu. Sel batang Jumlahnya
sekitar 120 juta sel. Sel kerucut umumnya terletak di bagian tengah belakang
mata. Jumlahnya sekitar 7 juta sel. Sel-sel ini berfungsi untuk membedakan
warna benda. Di daerah retina mata terdapat bintik kuning. Bintik kuning adalah bagian yang peka terhadap cahaya dan terletak
tepat di belakang garis mata. Pada retina juga terdapat bintik buta.
c.
Lensa
Mata
Lensa
mata terletak tepat di belakang selaput pelangi dan di belakang pupil mata.
Lensa mata berbentuk bikonveks (cembung muka dan belakang). Untuk itu cahaya
yang masuk diatur oleh lensa mata dengan cara memipih atau mencembung.
Kemampuan lensa mata untuk memipih dan mencembung disebut daya okomodasi. Memipih dan mencembungnya lensa mata diatur oleh
otot pengikat lensa mata (otot siliaris).
d.
Proses
Melihat Benda
Pantulan
cahaya masuk ke dalam mata melalui lensa dan jatuh tepat pada bintik kuning. Sesampainya
di retina, rangsangan cahaya diterima oleh saraf mata. Saraf mata mengirim
rangsangan cahaya ke pusat saraf penglihatan di otak untuk diolah. Setelah
diolah oleh otak, barulah kita mengetahui macam benda yang kita lihat.
2.
Telinga
Telinga adala alat indra pendengar yang
peka terhadap rangsangan getaran bunyi.
a. Bagian-Bagian
Telinga
Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga bagian
luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Untuk lebih jelas
perhatikan gambar di bawah.
b. Proses
Mendengar
Bunyi yang dapat kita dengar ialah bunyi yang mempunyai
frekuensi gelombang 20 Hz samapai 20.000 Hz (1 Hz = 1 hertz = 1 getaran per
detik). Getaran bunyi ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga
dan menyebabkan gendang telinga atau selaput
timpani bergetar.
Getaran pada membran timpani dilanjutkan ke telinga
tengah. Telinga bagian tengah terdiri dari tulang-tulang pendengaran, yaitu
martil, landasan, dan sanggurdi yang saling menyambung.
Telinga dalam merupakan bagian penerima getaran. Bagian
ini tersusun atas tingkap (jendela) jorong, tingkap bundar, tiga saluran
setengah lingkaran, dan koklea (rumah siput).
Pada telinga bagian dalam terdapat organ berupa tiga
saluran berbentuk setengah lingkaran. Pada organ tersebut terdapat indra keseimbangan. Ketiga saluran
tersebut pangkalnya saling tegak lurus dan berisi cairan limfa (endolimfa). Setiap pangkal saluran setengah lingkaran
menggembung yang disebut ampula. Di
dalam ampula terdapat ujung saraf (reseptor) dan berisi cairan. Di dalam cairan
itu terdapat butir-butir kapur (otolit)
yang letaknya berubah mengikuti gravitasi.
3.
Kulit
Selain berfungsi sebagai alat pelindung
dan pengatur suhu tubuh, kulit juga berfungsi sebagai indra peraba. Pada kulit
terdapat beberapa saraf sensori yang disebut reseptor raba. Reseptor raba
berfungsi sebagai penerima rangsangan dari luar. Terdapat beberapa reseptor
pada kulit kita, yaitu reseptor tekanan kuat (korpuskula Pacini), sentuhan dan
rabaan (korpuskula Meissner dan lempeng Merkel), dinding (saraf Krause), dan
panas (korpuskula Ruffini). Oleh karena itu, kulit peka terhadap rangsangan
rabaan, tekanan, dan suhu. Perhatikan gambar di bawah.
4.
Hidung
Indra pembau atau hidung bekerja
karena adanya rangsangan berupa zat-zatkimia. Zat-zat kimia yang ada di udara dideteksi oleh hidung,
sebagai indra pembau. Pada selaput lendir rongga hidung bagian atas manusia
terdapat serabut saraf pembau yang berhubungan dengan otak. Serabut saraf ini
peka terhadap rangsangan kimia berupa gas yang kita kenal sebagai bau.
Rangsangan berupa bau, masuk hidung bersama-sama dengan udara
yang kita hirup. Gas atau uap yang kita hirup bersama udara, pernapasan akan
mengenai selaput lendir, sehingga menimbulkan rangsangan. Rangsangan ini
diteruskan oleh serabut saraf pembau ke otak untuk diolah, sehingga kita dapat
mengetahui bau tersebut. Dengan adanya indra pembau, kita dapat menghindari
diri dari zat- zat berbahaya.
5.
Lidah
Indra perasa atau lidah juga bekerja karena rangsangan zat
kimia. Zat kimia yang terdapat dalam makanan dikenali oleh lidah. Lidah manusia
mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor sakit, reseptor sentuhan,
dan reseptor rasa. Reseptor rasa, yang disebut kuncup pengecap, peka terhadap
berbagai rangsangan rasa. Kuncup pengecap berfungsi untuk mengetahui rasa suatu
zat kimia yang terlarut.
Kuncup
pengecap merupakan kumpulan ujung-ujung saraf lidah. Lidah dan daerah peka
terhadap rangsangan yaitu, peka terhadap rasa asin, rasa manis, rasa pahit, dan
rasa asam.
Reseptor
pengecap selain terdapat pada permukaan lidah juga dapat dijumpai pada lengkung
langit-langit rongga mulut dan dinding kerongkongan.
Perhatikan
gambar di bawah ini.
B. Gangguan
Pada Sistem Indra
1. Gangguan
pada akomodasi mata
Bagi
orang bermata normal, benda jauh maupun dekat akan tampak terlihat jelas.
Karena daya akomodasi normal. Sebaliknya jika daya akomodasi tidak normal,
menyebabkan gangguan penglihatan.
2. Kekurangan
viatamin A
Kekurangan
vitamin A, meneyebabkan gangguan penglihatan secara bertahap.
3. Buta
warna
Buta
warna adalah gangguan penglihatan di mata seseorang tidak dapat membedakan
warna.
4. Mata
juling
Kelainan
otot penggerak bola mata kanan dan kiri yang tidak serasi dapat menyebabkan
mata juling.
5. Gangguan
pada telinga
Gangguan pada
telinga dapat terjadi baik pada telinga luar, tengah maupun dalam. Gangguan
pada telinga luara dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan tulang rawan pada
telinga.